Fasya Media Center – Ponorogo, 22 Agustus 2025, mahasiswa Jurusan Hukum Tata Negara (HTN) Fakultas Syariah UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo melaksanakan kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) sebagai persiapan Praktikum II di Komisi Yudisial (KY) dan Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN). Acara ini berlangsung di Aula Fakultas Syariah, dan diikuti oleh seluruh mahasiswa semester VII yang akan melaksanakan praktikum.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Wakil Dekan I Fakultas Syariah, Dr. Abid Rohmanu, M.H.I. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya praktikum sebagai bagian integral dari proses pembelajaran mahasiswa. Praktikum tidak hanya memperkuat keterampilan akademik (hard skill), tetapi juga mengasah kemampuan non-akademik (soft skill) yang menjadi bekal penting ketika mahasiswa terjun ke dunia kerja maupun masyarakat. Selain itu, praktikum juga menjadi media pengaplikasian teori-teori yang diperoleh selama perkuliahan.
Setelah pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan materi inti. Materi pertama disampaikan oleh Ketua Jurusan HTN, Dr. Martha Eri Safira, M.H., yang menjelaskan secara mendalam mengenai peran dan tanggung jawab Komisi Yudisial dalam menjaga kehormatan, keluhuran martabat, serta perilaku hakim. Beliau juga menekankan pentingnya pemahaman mekanisme pengawasan kekuasaan kehakiman dari sisi etik dan moral, sehingga mahasiswa dapat mengaitkan teori dengan praktik yang ada di lembaga tersebut.
Selain membahas peran Komisi Yudisial, Dr. Martha juga menyampaikan penjelasan terkait praktik beracara di PTUN. Mahasiswa diberikan gambaran menyeluruh mengenai proses, prosedur, dan dinamika persidangan di Peradilan Tata Usaha Negara. Penjelasan ini diharapkan dapat memperkaya wawasan mahasiswa mengenai pentingnya praktik hukum administrasi dalam menegakkan keadilan dan kepastian hukum.
Materi berikutnya dipaparkan oleh Sekretaris Jurusan HTN, Muh. Maksum, M.E.Sy., beserta Staf Jurusan, Lilia Prasastiningtiyas, M.H. Keduanya memberikan penekanan pada aspek teknis praktikum, mulai dari tata cara pelaksanaan, teknis administrasi, hingga penyusunan laporan. Penjelasan ini sangat penting agar mahasiswa dapat memahami alur praktikum dengan baik, sekaligus mempersiapkan diri secara maksimal sebelum terjun langsung ke lapangan.
Dengan adanya Bimtek ini, diharapkan seluruh mahasiswa HTN semester VII siap menghadapi Praktikum II di Komisi Yudisial dan PTUN. Kegiatan ini tidak hanya membekali mahasiswa dengan pengetahuan teoritis dan teknis, tetapi juga menanamkan pemahaman tentang etika, tanggung jawab, serta profesionalitas sebagai calon sarjana hukum. Jurusan HTN menegaskan komitmennya untuk terus memberikan pengalaman belajar yang komprehensif, seimbang antara teori dan praktik, demi mencetak lulusan yang kompeten dan berintegritas.
Kegiatan praktikum juga menjadi bentuk implementasi kurikulum Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) di Jurusan HTN. Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya dibekali teori di ruang kelas, tetapi juga diarahkan untuk mendapatkan pengalaman nyata di lembaga hukum negara. Dengan demikian, program MBKM dapat terlaksana secara optimal karena mahasiswa benar-benar merasakan proses pembelajaran yang kontekstual, relevan, dan selaras dengan kebutuhan dunia kerja. Fakultas Syariah UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo semakin Jaya Sukses, Selangkah Lebih Maju.
Reporter : Tim FMC
Editor :FMC