Menangkap Spirit Ujian

Oleh: Abid Rohmanu (Wadek I Fasya)

Ujian adalah bagian integral dari perjalanan panjang akademik mahasiswa. Ujian menjadi piranti pentingĀ  dalam meningkatkan, mengevaluasi sekaligus mengukur tingkat pengetahuan, pemahaman dan skill mahasiswa.

So, ujian bukan semata rutinitas formal-akademik. Ada spirit yang sering tak tertangkap, karena rutinitas tersebut. Ujian sering semata dimaknai sebagai test. Pemaknaan ini bisa membawa sikap pragmatis mahasiswa dalam mengikuti ujian.

Saatnya melihat ujian sebagai proses belajar. Integritas dan keterlibatan mahasiswa secara serius dalam ujian menjadi aspek penting kesuksesan studi. Untuk itu, pemahaman mahasiswa terhadap makna penting ujian menjadi urgen.

 

Ujian Bagian dari Belajar

Ujian adalah bagian penting proses pembelajaran mahasiswa. Ujian adalah kesempatan mahasiswa mengidentifikasi kelebihan dan kekurangan. Dari identifikasi tersebut, mahasiswa mengetahui apa yang harus dilakukan untuk studi mereka.

Ujian memberikan kesempatan mahasiswa utk mempelajari dan merefleksikan kembali konsep-konsep keilmuan untuk memperdalam pemahaman materi-materi perkuliahan. Ujian juga banyak memberikan hikmah-hikmah terselubung bagi mahasiswa. Sayangnya, tidak banyak mahasiswa yang memanfaatkan kesempatan ujian tersebut.

Berdasar hal di atas, mengutip Global Indian International School, ujian membantu mahasiswa mengembangkan skill sebagai berikut:

  1. Manajemen waktu

Ujian menuntut mahasiswa bisa mengatur waktu, baik saat proses persiapan ujian maupun pada waktu pelaksanaan ujian.

  1. Memory dan recall (Daya Ingat)

Ujian menjadi latihan bagi mahasiswa untuk mengingat kembali berbagai informasi yang telah didapatkan saat belajar secara individual atau di kelas untuk kesuksesan ujian mereka.

  1. Critical thinking (Berpikir Kritis)

Soal ujian mahasiswa berbentuk essay untuk melatih berpikir kritis. Mahasiswa dituntut melakukan analisis, evaluasi, dan sistesis terhadap berbagai informasi yang telah diterima.

  1. Komunikasi

Ujian melatih kemampuan komunikasi mahasiswa. Komunikasi ini tentu utamanya menyampaikan ide pendapat dalam bentuk tulis.

  1. Problem solving

Ujian tentu tak sebatas recalling informasi. Ujian melatih problem solving. Berbagai konsep dan teori yang dipelajari diaplikasi untuk menjawab soal-soal ujian yang tidak semata normatif.

  1. Resilience

Ujian memberikan tekanan (stress) kepada mahasiswa. Mahasiswa yang bisa mengatur dan melampaui tekanan ini membuat mereka lebih resilien. Resiliensi adalah kemampuan adaptasi mahasiswa ketika dihadapkan pada tekanan dan hal yang tidak menyenangkan bagi mereka.

 

Hal-hal di atas menunjuk makna penting ujian. Ujian adalah kata kunci sukses mahasiswa. Ujian tidak saja mengajarkan hardskill tetapi juga softskill sebagaimana disampaikan di atas.

Untuk konteks Syariah, hardskill adalah pengetahuan dan skill khusus untuk profesi hukum. Sementara, softskill adalah atribut subyektif dan kemampuan interpersonal yang penting untuk semua profesi. Softskill justru sering menjadi determinan kesuksesan setelah kuliah.

Pada sisi Dosen, ujian bisa menjadi alat evaluasi pembelajaran. Hasil ujian mahasiswa bisa saja terkait dengan efektivitas penggunaan metode pembelajaran Dosen. Dari sini pengembangan metode dan perangkat pembelajaran bisa dilakukan.

Last but not least, tulisan sederhana ini bisa menjadi refleksi untuk menangkap spirit ujian. Harapannya, ujian tidak semata seremonial dan rutinitas akademik yang kering makna. Sebaliknya, sarat makna pembelajaran bagi manusia pembelajar. Selamat melaksanakan Ujian Tengah Semester Gasal Tahun Akademik 2023/2024.

Bagikan Artikel
Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp