Halaqah Falakiyah, Wujud Lab Falak WDO Berbagi Ilmu Astronomi Islam

Fasya Media Center – Sebagai salah satu fakultas pengembang Ilmu Falak dan dalam rangka menyambut awal Ramadan 1433 H, Fakultas Syariah IAIN Ponorogo mengadakan halaqah falakiyah. Selain diikuti oleh segenap civitas akademika Fakultas Syariah, halaqah ini juga diikuti oleh Lajnah Falakiyah PP Annuqayah Semenep, IAIRM Ngabar Ponorogo, dan UNIDA Gontor Ponorogo. Bertempat di Aula Fakultas Syariah, acara ini dilaksanakan pada Jum’at, 01 April 2022. Selain itu, acara ini juga disiarkan secara langsung oleh kanal youtube Fakultas Syariah IAIN Ponorogo.

Acara diawali dengan pembukaan yang diisi dengan sambutan-sambutan. Sambutan pertama disampaikan oleh Dekan Fakultas Syariah IAIN Ponorogo, Dr. Hj. Khusniati Rofiah, M.S.I., sekaligus membuka acara halaqah falakiyah tersebut. Beliau mengawali sambutan dengan memperkenalkan Fakultas Syariah IAIN Ponorogo kepada para peserta halaqah. Beliau juga menyampaikan bahwa acara ini selain untuk mengembangkan ilmu pengetahuan, juga mempererat tali silaturrahim antar lembaga.

“Mudah-mudahan kegiatan ini dapat bermanfaat” imbuh beliau.

Sambutan selanjutnya disampaikan oleh dari PP Annuqayah Sumenep yang diwakili oleh Dewan Konsultan Lajnah Falakiyah PP Annuqayah, Moh Rifai, S.Ag. Beliau menyampaikan beberapa tujuan mengikuti halaqah ini, di antaranya yaitu untuk belajar lebih dalam mengenai ilmu falak, mempererat tali silaturrahim, serta membangun relasi dengan para ahli falak.

“Kami yang masih muda ini masih sangat perlu belajar dengan para pakar dan ahli falak” kata beliau.

Sambutan terakhir disampaikan oleh IAIRM Ngabar yang diwakili oleh Kaprodi Hukum Keluarga Islam. Beliau menyampaikan terima kasih telah diberi kesempatan untuk ikut halaqah falakiyah tersebut.

“Sebenarnya kami sudah ada kajian rutin tentang ilmu falak ini, namun masih perlu dikembangkan” imbuh beliau.

Usai pembukaan, acara dilanjutkan dengan penyampaian materi ilmu Falak yang dipandu langsung oleh Kepala Laboratorium Falak Watoe Dhakon Observatory (WDO), Fakultas Syariah IAIN Ponorogo, Novi Fitia Maliha, M.H.I. Sebelum masuk kepada materi, beliau mengenalkan profil dari Laboratorium Falak Watoe Dhakon Observatory (WDO) Fakultas Syariah IAIN Ponorogo. Selanjutnya, penyampaian materi pertama oleh salah satu dosen falak Fakultas Syariah IAIN Ponorogo, Dr. Nihayaturrohmah, M.S.I. Bu Niha, sapaan akrabnya, menyampaikan materi mengenai fajar shodiq dan kontroversinya dalam penentuan awal waktu Shubuh. Beliau menjelaskan permulaan dari kontoversi awal waktu shubuh serta teori-teori yang digunakan dalam penentuan awal waktu shubuh tersebut.

“Kalau mau belajar ilmu falak, maka harus siap berbeda, salah satunya tentang fajar shoiq ini” kata beliau.

Usai penyampaian materi pertama, dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dan dilanjutkan dengan istirahat.

Usai Istirahat, diteruskan dengan penyampaian materi kedua tentang rukyatulhilal oleh salah satu Dosen Falak Fakultas Syariah IAIN Ponorogo juga, Dr. Ahmad Junaidi, M.H.I. Beliau menjelaskan tentang posisi-posisi dan kondisi hilal. beliau juga menyampaikan teknik-teknik dalam pengambilan gambar hilal yang benar dan maksimal.

“Teknik yang kita gunakan dalam rukyatulhilal kita di WDO ini adalah hilal yang bersifat objektif. Kalau terlihat ya kita katakan terlihat, kalau tidak ya tidak” imbuh beliau.

Acara dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dan diakhiri dengan penutup dan kemudian dilanjutkan dengan rukyatulhilal yang diselenggarakan di Watoe Dhakon Observatory (WDO).

 

Reporter : Sayyidah Alya Izzati

Editor : Muhammad Ali Murtadlo

 

Bagikan Artikel
Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp