Latih Nalar Kritis Mahasiswa, HMJ HTN Sukses Gelar Orientasi Jurusan

Fasya Media Center – Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Hukum Tata Negara (HTN)  sukses menggelar Orientasi Jurusan (OsJur) yang dilaksanakan pada Sabtu dan Ahad, 1-2 Oktober 2022, bertempat di Aula Fakultas Syariah (Fasya).

Acara ini diikuti oleh 81 mahasiswa baru jurusan HTN secara offline dengan tema “Transformasi Keilmuan yang Berkarakter Islam Sesuai dengan Peran dan Fungsi Mahasiswa”. Pemilihan tema tersebut dilatarbelakangi oleh kegelisahan mahasiswa bahwa menjadi mahasiswa di bawah instutusi Islam yang akan terjun ke masyarakat, dituntut untuk selalu siap membawa Islam yang berkemajuan dan moderat.

“Dengan transformasi nilai-nilai keislaman bagi mahasiswa, maka akan terbentuk masyarakat yang berdasarkan pada sistem keagamaan dan penegakan norma yang lebih baik, tidak lagi menganggap bahwa agama yang hanya terpaku pada urusan di tempat ibadah, namun juga dalam kehidupan sehari-hari yang mencakup berbagai urusan, mulai dari bidang ekonomi, politik, sosial, dan lain-lain” ujar Fatimah, selaku Ketua Panitia OsJur HTN.

Acara diawali dengan pembukaan yang dihadiri oleh Ketua Jurusan (Kajur) Hukum Tata Negara, dan Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) Fakultas Syariah dan kemudian dilanjutkan penyampaian materi pertama oleh Kajur Hukum Tata Negara, Martha Eri Safira S.H.,M.H tentang Orientasi Hukum Tata Negara, selanjutnya materi kedua terkait tentang Kemahasiswaan yang disampikan oleh Wahyu Saputra S.H.I., M.H.L.I, dosen Fakultas Syariah dan Sekretaris Jurusan HKI.

Dalam pemaparannya, Pak Wahyu, sapaan akrab pemateri, menyampaikan bahwa seorang mahasiswa memiliki peran dan tanggung jawab ganda. Tanggung jawab itu bukan hanya tanggung jawab masing-masing individu, tetapi juga tanggung jawab sosial. Untuk itu, mahasiswa harus memiliki idealisme, karena idealisme itu maka mahasiswa harus memiliki alat gerak yang jelas kedepannya. Apakah akan menjadi seorang yang apatis atau aktivis, menjadi beban atau menjadi seseorang yang menjadi perubahan.

“Maka dari itu mahasiswa harus tetap semangat dan teruslah berproses dalam akademik, non akademik, maupun dalam organisasi,” jelas Pak Wahyu.

Selanjutnya, diadakan Focus Grup Discussion (FGD) yang bertujuan mengasah kembali pemahanan materi yang telah disampaikan sebelumnya serta melatih rasa percaya diri mahasiswa dalam berdialek dan bertukar gagasan.

 

Reporter: Waizzati Annisa Yusro

Editor : Abu Abas

Bagikan Artikel
Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp