Ponorogo, Kamis, 20 Maret 2025 – Fakultas Syariah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ponorogo menggelar pelantikan pengurus baru Organisasi Mahasiswa (ORMAWA) periode 2025 di Aula Fakultas Syariah. Acara ini menjadi momen penting dalam regenerasi kepemimpinan mahasiswa, dengan fokus pada efektivitas organisasi dan efisiensi anggaran dalam menjalankan program kerja.
Pelantikan ini dipimpin oleh Dekan Fakultas Syariah, Dr. Hj. Khusniati Rofiah, M.S.I., didampingi oleh Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Kerjasama, dan Alumni, Dr. Ahmad Junaidi, M.H.I. Turut hadir dalam acara ini para Wakil Dekan, Kepala Bagian Administrasi, Ketua dan Sekretaris Jurusan, serta para dosen dan mahasiswa yang siap mendukung jalannya kepengurusan ORMAWA periode baru.
Adapun pengurus ORMAWA yang dilantik adalah:
- Ketua Senat Mahasiswa (SEMA): Farros Mujahidin
- Ketua Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA): Andrian Maulana
- Ketua Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Hukum Keluarga Islam (HKI): Satrio Arif Wicaksono
- Ketua HMJ Hukum Ekonomi Syariah (HES): Sarlitha Vania Leilani
- Ketua HMJ Hukum Tata Negara (HTN): Bilqis Nayfa Hashah
Efisiensi Anggaran dalam Organisasi Mahasiswa
Dalam sambutannya, Dr. Hj. Khusniati Rofiah, M.S.I. menekankan pentingnya pengelolaan organisasi yang efisien dan berorientasi pada manfaat nyata. “Keterbatasan anggaran tidak boleh menjadi penghalang bagi mahasiswa untuk berinovasi. Justru, ini menjadi tantangan untuk lebih kreatif dalam menyusun program kerja yang berdampak luas dengan biaya yang minimal,” ujarnya.
Dr. Ahmad Junaidi, M.H.I. juga menyoroti pentingnya transparansi dalam penggunaan dana. “Setiap pengeluaran harus jelas manfaatnya dan tidak boleh ada pemborosan. Kami berharap ORMAWA dapat memaksimalkan pemanfaatan teknologi, kolaborasi, dan sumber daya internal untuk menjalankan kegiatan secara lebih efektif,” ungkapnya.
Strategi Efektif dalam Pengelolaan Organisasi
Dalam menghadapi tantangan efisiensi anggaran, pengurus ORMAWA periode 2025 telah menyiapkan beberapa strategi, antara lain:
1. Pemanfaatan Teknologi Digital;
- Seminar dan diskusi akademik akan lebih sering diselenggarakan secara daring untuk mengurangi biaya konsumsi dan akomodasi.
- Penggunaan media sosial akan dimaksimalkan untuk publikasi dan koordinasi tanpa perlu mencetak banyak materi fisik.
2. Penggalangan Dana Mandiri
- ORMAWA akan mendorong kegiatan berbasis kewirausahaan mahasiswa, seperti penerbitan jurnal mahasiswa, bazar amal, dan pelatihan berbayar untuk menambah pemasukan organisasi.
- Kerjasama dengan sponsor atau instansi lain akan diperkuat untuk mendukung kegiatan mahasiswa tanpa membebani anggaran fakultas.
3. Optimalisasi Sumber Daya Internal
- Memanfaatkan jaringan alumni sebagai mentor dalam pelatihan dan pengembangan mahasiswa tanpa harus mengundang pemateri dari luar dengan biaya tinggi.
- Mengadakan kegiatan yang berbasis pengabdian masyarakat sebagai bentuk kontribusi tanpa memerlukan anggaran besar.
4. Kegiatan Berorientasi Jangka Panjang
- Program kerja yang dirancang harus memiliki dampak luas dan jangka panjang bagi mahasiswa, bukan hanya sekadar seremonial.
- Penguatan riset dan diskusi akademik yang lebih berkualitas akan menjadi prioritas dibandingkan kegiatan yang bersifat konsumtif.
Komitmen Pengurus Baru dalam Mewujudkan ORMAWA yang Profesional
Sebagai Ketua SEMA yang baru dilantik, Farros Mujahidin menegaskan bahwa kepengurusan kali ini akan berfokus pada peningkatan kualitas organisasi. “Kami ingin memastikan setiap program yang kami jalankan benar-benar membawa manfaat bagi mahasiswa. Transparansi dan akuntabilitas akan menjadi prinsip utama kami,” katanya.
Sementara itu, Andrian Maulana sebagai Ketua DEMA menyampaikan bahwa ORMAWA akan beradaptasi dengan kebijakan efisiensi anggaran tanpa mengorbankan kualitas kegiatan. “Kami akan mengembangkan berbagai inovasi dalam menjalankan program, termasuk menjalin lebih banyak kemitraan dengan pihak luar dan memaksimalkan sumber daya internal,” ujarnya.
Para ketua HMJ juga menyampaikan visi mereka dalam menghadapi tantangan efisiensi anggaran:
- Satrio Arif Wicaksono (HKI): “Kami akan memperbanyak forum kajian hukum Islam secara daring untuk menekan biaya tanpa mengurangi substansi akademik.”
- Sarlitha Vania Leilani (HES): “Kami akan bekerja sama dengan komunitas ekonomi syariah untuk mendapatkan dukungan dalam berbagai kegiatan edukatif.”
- Bilqis Nayfa Hashah (HTN): “Kami akan mendorong advokasi kebijakan mahasiswa berbasis data dengan strategi komunikasi digital yang lebih murah dan efektif.”
Sinergi Antara Fakultas dan ORMAWA untuk Masa Depan yang Lebih Baik
Pelantikan ini menjadi awal bagi kepengurusan ORMAWA periode 2025 dalam mewujudkan organisasi yang lebih mandiri dan profesional. Dengan strategi efisiensi anggaran dan inovasi, kepengurusan baru diharapkan mampu menghadirkan program-program yang lebih adaptif, berorientasi manfaat, dan berdampak luas bagi mahasiswa.
Kehadiran para Wakil Dekan, Kepala Bagian Administrasi, serta Ketua dan Sekretaris Jurusan dalam acara ini menunjukkan dukungan penuh fakultas terhadap keberlangsungan ORMAWA. Fakultas berharap, dengan kepemimpinan yang solid dan pengelolaan yang efisien, ORMAWA dapat semakin berkembang sebagai wadah pembelajaran mahasiswa dalam kepemimpinan, manajemen organisasi, dan pengabdian kepada masyarakat.
Langkah ini sejalan dengan visi Fakultas Syariah IAIN Ponorogo dalam mencetak mahasiswa yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki keterampilan kepemimpinan yang mampu menjawab tantangan zaman.
Reporter: Tim FMC