Rukyatulhilal Ramadan 1443 H, Lab Falak WDO: Hilal Tidak Terlihat

Fasya Media Center – Sebagai rangkaian dari menyambut awal bulan Ramadan 1433 H, Watoe Dhakon Observatory (WDO) Fakultas Syariah IAIN Ponorogo menggelar rukyatul hilal. Rukyatul hilal ini sebagai bentuk ikhtiyar dalam penentuan awal bulan Ramadan setelah sebelumnya dilakukan metode hisab. Bertempat di WDO sendiri, kegiatan dihadiri oleh tim WDO dan Lab Falak beserta civitas akademika Fakultas Syariah, Kepala Kementrian Agama Ponorogo beserta jajarannya, Kepala Kementrian Agama Madiun, Ketua Pengadilan Agama Ponorogo, PP. Annuqayah Semenep, IAIRM Ngabar, UNIDA Gontor, Badan Hisab Rukyat (BHR) Ponorogo, PC LFNU Ponorogo, dan PDM Ponorogo. Rukyatul hilal ini dilaksanakan setelah Ashar pada Jum’at, 01 April 2022. Meskipun diiringi dengan rintikan hujan, acara tetap berlangsung lancar hingga akhir.

Dipandu oleh Khairil Umami M.S.I, acara diawali dengan sambutan-sambutan. Sambutan pertama disampaikan oleh Dekan Fakultas Syariah IAIN Ponorogo, Dr. Hj. Khusniati Rofiah, M.S.I. Bu Rofi’, sapaan akrabnya, mengaku senang sekali karena WDO dipercaya sebagai tempat rukyatulhilal awal Ramadan di Kabupaten Ponorogo tahun ini.

“Alhamdulillah, kami dapat menyelenggaran rukyatulhilal kembali setelah 2 tahun absen karena pandemi,” kata beliau.

Sambutan yang kedua disampaikan oleh kepala Kementerian Agama Ponorogo, Dr. Moh. Nurul Huda, M.Pd. Beliau menjelaskan tentang kriteria-kriteria serta posisi hilal awal Ramadan tahun ini. Selain itu, beliau juga menyampaikan tempat-tempat strategis Ponorogo yang bisa digunakan untuk pelaksanaan rukyatul hilal.

“Di Ponorogo ada 3 tempat strategis dalam pelaksanaan rukyatul hilal. pertama Gunung Sekekep, Wagir Kidul Ponorogo. Kedua Balai Rukyat Ibnu Syatir PP Al-Islam, Joresan Ponorogo. Ketiga, WDO IAIN Ponorogo” ucap beliau.

Acara dilanjutkan dengan do’a yang dipimpin oleh Ketua Pengadilan Agama Ponorogo, H. Ali Hamdi, S.Ag, M.H.

Usai do’a, acara dilanjutkan dengan proses rukyatul hilal. Dipandu langsung oleh Pengarah WDO, Dr. Ahmad Junaidi, M.H.I, rukyatul hilal diawali dengan penjelasan-penjelasan terkait rukyatul hilal sendiri. Pak Jun juga menjelaskan bahwa teropong yang dipakai untuk rukyatul hilal kali ini berjumlah 3 teropong. 1 teropong robotik milik WDO, dan 2 teropong manual milik PP Annuqayah Sumenep.

“Kali ini hilal dapat dilihat selama 8 menit. Dimulai ketika masuk waktu Maghrib yaitu jam 17.40 WIB dan berakhir pada jam 17.48 WIB. Apabila nanti ada yang mengaku melihat hilal melebihi batas itu, maka wajib ditolak,” tegas beliau.

Usai rukyatul hilal, dilanjutkan dengan pernyataan kesaksian hilal dari Dr. Ahmad Junaidi. M.H.I.

“Rukyatulhilal di WDO menyatakan bahwa hilal belum berhasil dilihat. Data ini akan disampaikan ke pusat sebagai salah satu bahan sidang isbat nanti” kata beliau.

Acara diakhiri dengan pernyataan kesaksian hilal dari H. Ali Hamdi selaku ketua dan hakim Pengadilan Agama Ponorogo.

“Kali ini saya tidak mengadakan sidang, karena hilal belum berhasil dilihat. Untuk itu cukup saya menyampaikan kesaksian saja” imbuh beliau.

 

Reporter : Sayyidah Alya Izzati

Editor : Muhammad Ali Murtadlo

Bagikan Artikel
Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp